(121106)
Tentang mu, yang tiba-tiba hadir dalam hidupku. Aku tak pernah mengira bisa mengenal, apalagi dekat dengan mu sebelumnya. Tentang mu, yang menyadarkan dan membuka mataku tentang hal-hal yang selama ini tak pernah terbersit dalam pikiranku. Tentang mu yang aneh, dan karena keanehannya itulah membuatku ingin mengenalmu lebih dekat. Tentang mu yang bersahabat dengan sepi, untuk itulah ingin ku ulurkan tangan agar kau tak merasa sendiri. Untuk seseorang yang sering berkutat dengan permasalahan sendiri, dan membuat hati kecilku terpanggil untuk menghiburnya dan selalu ada disisinya. Tentang sosok mu yang biasa, tapi bagiku kau begitu istimewa.
Tentang mu, tentang segala kekurangan mu. Tentang segala kelemahan mu.
Tentang mu, yang membuatku merasa berbeda jika berada di dekatmu. Tentang mu, seorang kawan yang sangat berarti…..
Kawan, aku begini bukan karena semua kelebihan mu… Karena aku melihat banyak kekurangan dalam diri mu. Karena itulah aku selalu memikirkan mu!
Ku Tulis Setahun+2 hari yang lalu:
“Aku tak tahu sejak kapan tembok itu menjulang di hadapan kita.
Begitu kokoh, begitu tinggi.
Sehingga masing-masing diantara kita tidak dapat saling melihat, saling mendengarkan, apalagi untuk sekedar saling mengerti.
Kita tak lagi bisa bicara pada satu meja, dan tak lagi terbiasa minum dari gelas yang sama. Karena kita saling asing.”
Aku tak pernah tahu tentang perasaanmu. Tapi bisa dekat denganmu lagi, bagiku adalah cukup. Aku masih terkenang dengan persahabatan kita yang indah, dulu. Aku berharap suatu saat akan terulang kembali. Tapi, terimakasih karena kau telah mencoba melelehkan kebekuan diantara kita. Maaf, aku tidak memulainya terlebih dahulu. Karena aku bingung harus memulai dari mana. Sekali lagi, terima kasih.