N@R@Y@

TENTANG-MOE (Some One Who I Need)

(121106)

Tentang mu, yang tiba-tiba hadir dalam hidupku. Aku tak pernah mengira bisa mengenal, apalagi dekat dengan mu sebelumnya. Tentang mu, yang menyadarkan dan membuka mataku tentang hal-hal yang selama ini tak pernah terbersit dalam pikiranku. Tentang mu yang aneh, dan karena keanehannya itulah membuatku ingin mengenalmu lebih dekat. Tentang mu yang bersahabat dengan sepi, untuk itulah ingin ku ulurkan tangan agar kau tak merasa sendiri. Untuk seseorang yang sering berkutat dengan permasalahan sendiri, dan membuat hati kecilku terpanggil untuk menghiburnya dan selalu ada disisinya. Tentang sosok mu yang biasa, tapi bagiku kau begitu istimewa.

Tentang mu, tentang segala kekurangan mu. Tentang segala kelemahan mu.

Tentang mu, yang membuatku merasa berbeda jika berada di dekatmu. Tentang mu, seorang kawan yang sangat berarti…..

Kawan, aku begini bukan karena semua kelebihan mu… Karena aku melihat banyak kekurangan dalam diri mu. Karena itulah aku selalu memikirkan mu!


Posted in kopi pahit

CAHAYA JINGGA

Legam… hitam…

Di sudut pandangan culas menerawang

Berkelebat bayangan datang dan hilang

Hitam, putih

Malaikat bersayap berlalu dengan satu kepakan

Meninggalkan seberkas cahaya jingga

Terpancar dari hati yang terluka

Bertetes darah, tercurah

Jatuh dari genggaman

Tak bisa ku gapai, tak juga hilang

Berkas darah, atau kegalauan pikiran

Yang memaksa cahaya menjadi jingga?

By. Laily


Posted in puisi

NYANYIAN PAGI BUAT SEORANG KAWAN

: Leo

Pagi tak sehijau daun di mataku

Udara tak sebiru langit dalam hembusan nafasku

Karena ada yang berbeda esok.

Aku ingin menahan malam,

Tak ingin meninggalkan ku sendiri menghadapi esok

Aku ingin keharuman mawar yang sama,

Saat purnama menebar cahaya indahnya di ubun-ubun kita

Memantulkan cahaya keperakan pada rambut kita

Dan kau hidangkan senyuman khas

Lalu jadilah malam yang dingin itu hangat

Aku ingin menatap matahari yang sama seperti kemarin,

Seperti matahari yang mengendap dibalik kabut

Saat kita menjelmakan secangkir kopi dipinggiran trotoar

Dan berjuta mata akan memandang penuh tanya ke arah kita

Dan kita hanya akan tertawa

Pagi tak lagi sehijau daun di mataku

Pagi tak akan menghadirkan nyanyian burung yang sama

Namun pagi ini akan tetap menjadi milik kita.

By. Laily LP


Posted in puisi

About author

Aku yang dingin, tak bisa menyapamu dalam kebekuan.

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds