Ku Tulis Setahun+2 hari yang lalu:
“Aku tak tahu sejak kapan tembok itu menjulang di hadapan kita.
Begitu kokoh, begitu tinggi.
Sehingga masing-masing diantara kita tidak dapat saling melihat, saling mendengarkan, apalagi untuk sekedar saling mengerti.
Kita tak lagi bisa bicara pada satu meja, dan tak lagi terbiasa minum dari gelas yang sama. Karena kita saling asing.”
Aku tak pernah tahu tentang perasaanmu. Tapi bisa dekat denganmu lagi, bagiku adalah cukup. Aku masih terkenang dengan persahabatan kita yang indah, dulu. Aku berharap suatu saat akan terulang kembali. Tapi, terimakasih karena kau telah mencoba melelehkan kebekuan diantara kita. Maaf, aku tidak memulainya terlebih dahulu. Karena aku bingung harus memulai dari mana. Sekali lagi, terima kasih.
ciye..ciye..ciye.. lagi bahagia ya.. traktiran dunk.. biar tambah bahagia
Comment by scouteng — June 24, 2008 @ 2:48 pm